Dewasa ini orang sering menyebut jaman yang kian modern, yaitu jaman yang maju tanpa penindasan, tanpa aturan, dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang bias disebutkan sebagai definisi dari kebebasan. Sesuatu yang modern kian identik dengan hal baru dan yang up date,dan disini pola fikir yang kian global, gaya hidup yang berbau hedonisme, bahkan semua prinsip hidup nya utuh seperti orang-orang modern.kini manusia cenderung mengutamakn akal belaka,semua apa yang ia pikirkan, maka itu yang ia jadikan pedoman hidup. Sungguh keadan seperti ini tanpa kita sadari sudah menjangkit kita, racun dunia ini sungguh ganas dan mematikan. Memang modern bukanlah hal yang salah dan buruk akn tetapi semua ini haruslah di imbangi dengan budaya asli kita, budaya yang pasti,mutlak dan absolute kebenaran nya, yaitu budaya islam, budaya yang mengatur segala aspek kehidupan umat manusia.
Sungguh ironis sekali sekarang ini uma manusia sekarang ini,apalagi yang mengaku mereka itu sebagai muslim, justru mereka meniru budaya hedonisme itu, yang mana hedonisme bukan budaya islam, yaitu budaya orang muslim,akn tetapi mau tidak mau kita pun sudah terlanjut terhanyut arus hedonisme, mereka banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat umum saja, katakana bekerja dan bekerja, hidup hanya untuk uang, menumpuk kekayaan saakan dia hidup selamanya, mamang islam pun mengajarkan hal saperti itu juga, yaitu menumpuk kekeyaan, bahkan ada hadist yang menyebutkan bahwa carilah harta sebanyak banyaknya se olah kamu hidup selamanya, akan tetapi islam juga mengajarkan, boleh menumpuk harta sebanyak banyaknya, tapi harta itu khalalan toyiban, dan paling utama jngan sekali-kali dilupakan zakat dari harta itu. Nah inilah masalah utama dalam kehidupan ini, banyak orang yang menumpuk harta tanpa kenal waktu, kapan sholat, kapan isirahat, dan kapan berzakat. Melihat fenomena yang kian mark ini maka perlu adanya sebuah icon baru, dan mutasi-mutasi baru dari pola fikir kita, banyak sekali aspek-aspek dari islam yang bias di gunakan untuk mengimbangi bahkan menghalangi budaya hedonisme meracuni umat muslim. Islam dikatakan agama yang amat sangat sempurna bahkan dalam sebuah geja-gejala social umat sepanjang jaman, islam sudah memberikan problem solving nya, inilah sebuah icon yang begitu dasyat, kita gunakan ebagai obat bagi kita untuk menjalani kehidupan yang sudah beracun ini, yaitu berdzikir, kembali ke ajaran islam.
Jika kita lihat, kebanyakan orang tidak sempat beribadah yang lama dan monoton satu tempat, katakana di masjid mereka setelah beribadah cenderung langsung terburu-buru pergi, bahkan yang lebih aneh tanpa doa, dari kenyataan ini maka kita perlu berfikir kritis bagaimana caranya, ibadah yang kondisional tempatnya tapi tidak menghilangkan sisi-sisi ibadah dan ingat selalu pada Allah. Ternyata islam sudah memberikan solusinya yaitu berdzikir, Dzikir adalah jawaban islam dalam masalah ini. Selain icon dari dzikir, islam juga memberikan solusi lain yaitu dengan momem bonus momen akbar, yaitu 30 hari bulan ramadhan, bulan yang amat sangat akbar dan perfec bagi kita untuk bermunajat, barmukhasabah pada diri kita atas semua kelalaian kita.
Di sinilah cara-cara atau icon-icon perubahan yang ingin di sampaikan oleh Muhammad Arifin Ilham dalam bukunya yang berjudul 30 Hari Meraih Kekuatan Zikir ini.Penulis menjelaskan secara gambling bagaimana cara-cara dan kapan momen untuk merubah kehidupan kita bias berarti, yaitu kita kenbali ke jalan islam, bahkan kiat-kiat ala islami dalam menyikapi jalannya kehidupan, agar kita tidak terjerumus pada budaya-budaya hedonisme yang menghilangkan sisi ketuhanan umat muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar