Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diindetifikasikan sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu banyak dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi.
Ada beberapa aspek yang mempengaruhi terjadinya obesitas pada diri seseorang diantaranya:
1. Aspek gizi
Mengalami kelebihan energi , kelebihan energi di dalam tubuh diubah menjadi lemak dan ditimbun pada tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak ini merupakan jaringan yang relaktif inaktif, tidak langsung berperan serta dalam kerja tubuh
2. Aspek Ekonomi
Akhir-akhir ini banyak makanan siap saji. Makanan seperti ini relatif mahal dan kebanyakan yang mengkonsumsi adalah masyarakat bergolongan ekonomi tinggi. Dari segi kesehatan makanan cepat saji akan mengganu kesehatan, karena makanan cepat saji banyak mengandung kadar lemak tinggi terutama kolesterol yang terdapat dalam daging.
3. Aspek sosial dan budaya
Masyarakat Indonesia cenderung lebih manyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Pada masyarakat Indonesia porsi makananya lebih banyak nasi daripada lauknya. Selain itu, kebiasan ngemil yang dilakukan masyarakat Indonesia juga akan mempengaruhi berat badan.
Ada beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada orang-orang yang menderita obesitas, seperti penyakit-penyakit kardiovaskuler juga termasuk penyakit hipertensi, diabetes mellitus, aterosklerosis, penyakit jantung dan lain-lain.
Diet Therapy pada Obesitas
Secara umum pengobaan obesitas dapat dilakukan melalui:
¨ 1. Diet khusus yaitu diet rendah kalori, di mana terdapat pada makanan yang kaya serat akan menyebabkan gastric emptyng tinggi, mengikat lemak/kolesterol, transit time rendah dan mengakibatkan rasa kenyang yang lama
¨ 2. Latihan fisik, dimana sangat efektif untuk menurunkan berat badan, apabila didampingi dengan pembatasan asukan kalori.
¨ 3. Pengubahan perilaku di mana diet dapat dilakukan dengan mengubah nafsu makan dengan menginduksikan suatu keadaan metabolik yang merangsang anoreksia yang disertai dengan mobilisasi lipid.
¨ 4. Pembedahan
¨ 5. Farmakologik
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seseorang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badan:
- Makanan yang berselera
- Hidangan yang beraneka ragam.
- Jangan memfokuskan semuanya pada makanan, ketika mengontrol berat.
- Membantu mengatur diet agar tujuanya menjadi kenyataan
- Mengutamakan rencana ke depan.
Program Penurunan Kolesterol pada Obesitas
Program ini diutamakan ditujukan pada penderita obesitas yang terkena atherosklorosis dan hiperlipidemia. Para klien harus tetap mempelajari pengubahan-pengubaahan yang harus dibuat dengan tetap mempertahankan jumlaah lemak yang telah dianjurkan. Semua daging, unggas, ikan dan kerang mengandung beberapa lemak jenuh dan koleterol. Cara yang terbaik untuk mengontrol kandungan lemak dan kolesterol adalah memilih potongan-potongan yang paling tipis dan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi per hari. Susu murni dan produknya dengan lemak susunya merupakan sumber yang kaya akan lemak jenuh. Meskipun 2% dari lemak susu mempunyai ambang jumlah yang dapat dipertimbangkan dan beberapa keju telah diberi label rendah lemak atau skim sebagian, ia mempunyai kandungan lemak yang sama banyaknya dengan keju dari susu murni. Skim atau 1% lemak susu dan yogurt non lemak atau rendah lemak dianjurkan penggunaanya.
Selain hal diatas, Cara memasak yang sedikit menambah lemak dapat digunakan. Seperti steaming, baking, poaching, broiling, braising, griling, stir frying. Makanan dapat dimasak tanpa lemak, serta memasak dengan microwave. Makanan dapat dimasak tanpa lemak dengan menggunakan panci non-stik atau menggunakan cooking spray non lemak dengan menggunakan alat-alat yang biasa dipakai.
Karakteristik diet penurunan kolesterol adalah:
- Penurunan total lemak
- Penurunan lemak jenuh
- Lemak tak jenuh sebagai pengganti sebagian lemak jenuh
- Penurunan kolesterol
- Penambahan karbohidrat
- Penambahan serat terlarut
- Penurunan kalori untuk mencapai berat badan ideal.
Total lemak, lemak jenuh, dan kolesterol dibatasi penggunaanya dengan petunjuk sebagai berikut:
- Daging, ikan dan unggas dibatasi
- Lemak dan minyak dibatasi
- Teknik memasak dengan rendah lemak harus digunakan
- Keju seharusnya tidak mengandung lemak lebih dari 2-6 gr/ons
Program Penurunan Trigliserida pada Obesitas
Tingkat trigliserida 250-500 mg/dL diklasifikasikan sebagai ambang batas. Trigliserida diproduksi dalam hati dari karbohidrat dan alkohol. Therapi yang berhubungan dengan diet untuk ambang batas trigliserida termasuk mengontrol berat badan dan menghindari alcohol. Meningkatkan aktifitas fisik juga dianjurkan. Bagi klien yang menderita peningkatan trigliserida parah (lebih dari 1000mg/dL) dan tingginya kandungan klimorkon, sangat rendahnya lemak pada makanan (dimana lemak hanya 10%-20% dari total kalori) hal diatas sangat diperlukan untuk mencagah timbulnya pankreatits. Makanan harus selalu dijaga setiap saat karena hanya sepotong daging berlemak tinggi dapat menyebabkan pankreatitis.
Banyak kasus disebabkan oleh lingkungan atau yang kedua oleh tingkat plasma trigliserida. Kegemukan merupakan penyebab yang paling biasa. Yang lainya termasuk kebanyakan mengkonsumsi alcohol, diabetes, gagal ginjal, liver dan beberapa obat seperti thizide diuretics, beta-blocking agens, estrogen (termasuk alat kontrasepsi oral), dan retinods
Gaya hidup berubah termasuk kontrol berat badan, meningkatnya aktifitas, membatasi penggunaan alkohol, adalah tujuan utama untuk membatasi peningkatan trigliserida. Kadar kolesterol dibawah 35 mg/dL adaah salah satu faktor pembawa resiko untuk CHD; faktor gaya hidup dan lemahnya pemahaman tentang faktor genetika nampak sebagai faktor penyebab. Kolesterol HDL dapat ditingkatkan melalaui penurunan berat badan, peningkatan aktifitas olhraga, dan menghentikan aktifitas merokok.
Puasa sebagai solusi Obesitas dari Islam
Puasa dipandang dari aspek kesehatan memiliki banyak manfaat.Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh puasa Ramadhan menunjukan bahwa total kolesterol (TC), urea, trigliserid Dan LDL (low density lipoprotein) menurun secara nyata baik orang Usia muda (<30 tahun), normal dan usia 30-45 tahun. Pada kelompok hiperlipidemia puasa Ramadhan juga menyebabkan penurunan TC, TG dan LDL (p<0,05), hasil penelitian lainya menunjukan bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan glukosa darah, leptin dan meningkatkan konsentrasi adiponektin setelah puasa hari ke 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa puasa ramadhan dapat digunakan sebagai diet therapy pada obesitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar