Standar kecukupan gizi di
A. Kecukupan gizi
Tubuh manusia memperoleh energi dari makanan yang dimakan, yang kemudian dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Energi digunakan oleh manusia diantaranya untuk melakukan pekerjaan eksternal (aktivitas), melakukan pekerjaan internal, pertumbuhan, dan perkembangan.
Manusia harus mendapatkan sejumlah makanan tertentu yang menghasilkan energi, terutama untuk mempertahankan proses kerja tubuh dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik.
B. Penentuan Kebutuhan Kecukupan Energi
1. Teori RBW (berat badan relatif)
RBW = {BB (kg)/TB (cm)-10}x100%. Dengan BB= berat badan, TB= tinggi badan.
2. Teori BMR (basal metabolisme rate)
a). Teori Aud dan Du bois
A= W0,425 x H0,725 x 71,8. Dengan A= luas permukaan, H= tinggi badan (cm), W= berat badan (kg).
b). Teori Dreyer
Untuk laki-laki: C= {W/0,101xA 0,1333}, dan untuk wanita: C= {W/0,1227xA 0,1333}. Dengan C= berat energi basal selama 24 jam (kalori), W= berat badan (gram), A= umur tahun.
c). Teori Taylor dan Mc Leod (1956)
Patokan yang dikemukakan oleh FAO dan WHO oleh pakar kita dalam Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi yang diselenggarkan di Bogor (Juli 1978) sebagai berikut:
1. Referen man, umur antara 20-39 tahun, berat tubuh 55 kg, memerlukan 2530 kalori, dan melakukan pekerjaan sedang.
2. Referen women, umur antara 20-39 tahun, berat tubuh 47 kg, memerlukan 1920 kalori, dan melakukan pekerjaan yang sedang.
Menurut (Soehardjo) dalam ”neraca bahan makanan” untuk menyesuaikan antara jenis kegiatan yang tidak termasuk kategori sedang, maka dapat dilakukan koreksi diantaraanya untuk kegiatan ringan dikalikan 0,90, untuk kegiatan berat dikalikan 1,17, dan untuk kegiatan yang sangat berat dikalikan 1,34.
d). Teori Harris - Benedict
Teori ini mengemukakan cara perhitungan besarnya energi basal metabolisme baik untuk pria dan wanita, dengan rumus sebagai berikut:
H= 66,437 + 13, 725 W + 5,003 S – 6,755 A (pria), dan
H= 65,5096 + 9, 563 W + 1,850 S – 4,676 A (wanita).
Kebutuhan energi pada bayi yang berumur 3 bulan, pemanfaatan ASI nya sekitar 850 ml/hari (120 kal/bb). Untuk yang berumur 3 bulan kedua akan lebih rendah dari sebelumnya, dan setelah umur 6 bulan bayi tidak menerima energi penuh dari ASI. Untuk kebutuhan energi bagi anak-anak dan remaja dapaat dilihat pada tabel berikut:
| Umur (th) | Berat badan (kg) | Energi/kg BB (kal) | Energi orang/hari (kal) |
| Anak-anak: 1 1-3 4-6 7-9 Remaja pria: 10-12 13-15 16-19 Remaja wanita 10-12 13-15 16-19 Dewasa pria (kerja sedang) Dewasa wanita (kerja sedang) | 73 13,4 20,2 28,1 36,9 51,3 62,9 38,0 49,9 54,4 65,0 55,0 | 112 101 91 78 71 57 49 62 50 43 46 40 | 820 1360 1830 2190 2600 2900 3070 2350 2490 2310 3000 2200 |
Sumber: FAO/WHO, 1973. Energy and Protein Requirement.
C. Kecukupan Protein
Banyaknya protein dalam tubuh didasarkan oleh dua hal pokok yaitu: a). untuk memenuhi kebutuhan basal, b). sejumlah tambahan untuk mmengimbangi akan adanya kerusaan. Tubuh tidak dapat menghindari kehilangan-kehilangan protein terutama untuk menghitung kebutuhan protein tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
R= (Ub + Fb + S + G) x 1,1 dengan R= kebutuhan nitrogen/kg berat badan sehari, Ub = kehilangan nitrogen basal melalui air seni/kg sehari, Fb = kehilangan nitrogen basal melalui kotoran/kg sehari, S= kehilangan nitrogen basal melalui kulit/kg berat badan sehari, G= kebutuhan nitrogen untuk pertumbuhan/kg sehari, dan 1,1= tambahan 10% untuk safety margin. Berikut akan dipapaparkaan atas beberapaa kasus tentang gizi di Indonesia.
· Menurut harian kompas, sekitar 18 juta anak usia di bawah lima tahun, 28 % atau sekitar lima juta anak di negeri ini berstatus kurang gizi. Dan sekitar 116.000 anak membutuhkan pertolongan medis sekadar untuk mencegah agar tidak meninggal, meskipun telanjur cacat, karena kondisi gizi buruk tingkat berat seperti marasmus, kwashiorkor, atau bentuk kombinasi marasmus-kwashiorkor.
· Pada tahun 2.000 di NTB, jumlah kasus busung lapar tercatat 1.021 dan yang meninggal 2 balita. Pada 2001, dari 5.156 kasus (15 meninggal), pada 2002, dari 3118 kasus (18 meninggal), pada 2003 dari 2.098 kasus (9 meninggal), pada 2004, dari 1.544 kasus (5 meninggal).
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakannya. Ketiga hal itu diantaranya soal pengadaan lahan, permodalan dan bibit. Lahan tidur di tiap daerah akan diberdayakan bagi masyarakat untuk bertani. Sedangkan soal permodalan, khususnya bibit, pemerintah akan menyediakannya. Selain itu pula sebagai pengayom masyarakat, pemerintah telah banyak melakukan banyak hal terkait pemenuhan gizi. Diantaranya pemerintah telah membentuk POSYANDU (pos pelayanan terpadu), PMT-AS (pemberian makanan tambahan – anak sekolah), dan lain-lain.
Pada perencanaan pemenuhan kecukupan gizi ada 7 langkah utama, yaitu: menentukan kecukupan energi, menentukan kebutuhan protein, memperhatikan zat gizi bahan pangan, pemenuhan menu 4 sehat 5 sempurna, menggunakan ratio karbohidrat:50, lemak:20, dan protein: 30, menerapkan prinsip halalan thoyiban, dan mengkonfersikan kebutuhan kalori dan protein pada lima bahan makanan. Adapun aturan-aturan islam yang menyangkut masalah tersebut adalah:
1....Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (QS. Al-A’Raaf:31).
2. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al Mu’ minuun:51).
3....Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. Al Israa’:21).
4 Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.(Al Hadits).
Berikut tabel kebutuhan protein berbagai umur dan jenis kelamin:
| Golongan umur | Berat badan (kg) | Kecukupan Protein | |
| Per kg BB/hari (g) | Orang/hari (g) | ||
| Bayi |
|
|
|
| 6-11 bulan | 9.0 | 1.53 | 14 |
| Anak-anak |
|
|
|
| 1-3 tahun | 13.4 | 1.19 | 16 |
| 4-6 tahun | 20.2 | 1.01 | 20 |
| 7-9 tahun | 28.1 | 0.887 | 25 |
| Remaja laki-laki |
|
|
|
| 10-12 tahun | 36.9 | 0.81 | 30 |
| 13-15 tahun | 51.3 | 0.72 | 37 |
| 16-19 tahun | 62.9 | 0.6 | 38 |
| Remaja wanita |
|
|
|
| 10-12 tahun | 38 | 0.76 | 29 |
| 13-15 tahun | 49.9 | 0.63 | 31 |
| 16-19 tahun | 54.4 | 0.55 | 30 |
| Dewasa laki-laki | 65.0 | 0..57 | 37 |
| Dewasa wanita | 55.0 | 0.52 | 29 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar