aku merupakan seorang yang selalu pengen UP to Date, dan semua tulisan di blog ini adalah sebagian dari kegiatan q di BIOLOGY EDUCATION

Minggu, 08 Februari 2009

STANDAR KECUKUPAN GIZI

Standar kecukupan gizi di Indonesia masih menggunakan ukuran makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan protein, dan belum dapat menerapkan standar kecukupan gizi secara mikro, seperti kecukupan vitamin dan mineral.

A. Kecukupan gizi

Tubuh manusia memperoleh energi dari makanan yang dimakan, yang kemudian dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Energi digunakan oleh manusia diantaranya untuk melakukan pekerjaan eksternal (aktivitas), melakukan pekerjaan internal, pertumbuhan, dan perkembangan.

Manusia harus mendapatkan sejumlah makanan tertentu yang menghasilkan energi, terutama untuk mempertahankan proses kerja tubuh dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik. Ada dua cara untuk menentukan banyaknya energi yang dihasilkan dalam setiap makanan. Yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung.

B. Penentuan Kebutuhan Kecukupan Energi

Ada dua cara yang digunakan untuk menentukan kebutuhan kalori:

1. Teori RBW (berat badan relatif)

RBW = {BB (kg)/TB (cm)-10}x100%. Dengan BB= berat badan, TB= tinggi badan.

2. Teori BMR (basal metabolisme rate)

a). Teori Aud dan Du bois

A= W0,425 x H0,725 x 71,8. Dengan A= luas permukaan, H= tinggi badan (cm), W= berat badan (kg).

b). Teori Dreyer

Untuk laki-laki: C= {W/0,101xA 0,1333}, dan untuk wanita: C= {W/0,1227xA 0,1333}. Dengan C= berat energi basal selama 24 jam (kalori), W= berat badan (gram), A= umur tahun.

c). Teori Taylor dan Mc Leod (1956)

Patokan yang dikemukakan oleh FAO dan WHO oleh pakar kita dalam Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi yang diselenggarkan di Bogor (Juli 1978) sebagai berikut:

1. Referen man, umur antara 20-39 tahun, berat tubuh 55 kg, memerlukan 2530 kalori, dan melakukan pekerjaan sedang.

2. Referen women, umur antara 20-39 tahun, berat tubuh 47 kg, memerlukan 1920 kalori, dan melakukan pekerjaan yang sedang.

Menurut (Soehardjo) dalam ”neraca bahan makanan” untuk menyesuaikan antara jenis kegiatan yang tidak termasuk kategori sedang, maka dapat dilakukan koreksi diantaraanya untuk kegiatan ringan dikalikan 0,90, untuk kegiatan berat dikalikan 1,17, dan untuk kegiatan yang sangat berat dikalikan 1,34.

d). Teori Harris - Benedict

Teori ini mengemukakan cara perhitungan besarnya energi basal metabolisme baik untuk pria dan wanita, dengan rumus sebagai berikut:

H= 66,437 + 13, 725 W + 5,003 S – 6,755 A (pria), dan

H= 65,5096 + 9, 563 W + 1,850 S – 4,676 A (wanita).

Kebutuhan energi pada bayi yang berumur 3 bulan, pemanfaatan ASI nya sekitar 850 ml/hari (120 kal/bb). Untuk yang berumur 3 bulan kedua akan lebih rendah dari sebelumnya, dan setelah umur 6 bulan bayi tidak menerima energi penuh dari ASI. Untuk kebutuhan energi bagi anak-anak dan remaja dapaat dilihat pada tabel berikut:

Umur (th)

Berat badan (kg)

Energi/kg BB (kal)

Energi orang/hari (kal)

Anak-anak:

1

1-3

4-6

7-9

Remaja pria:

10-12

13-15

16-19

Remaja wanita

10-12

13-15

16-19

Dewasa pria (kerja sedang)

Dewasa wanita (kerja sedang)

73

13,4

20,2

28,1

36,9

51,3

62,9

38,0

49,9

54,4

65,0

55,0

112

101

91

78

71

57

49

62

50

43

46

40

820

1360

1830

2190

2600

2900

3070

2350

2490

2310

3000

2200

Sumber: FAO/WHO, 1973. Energy and Protein Requirement. Geneva

C. Kecukupan Protein

Banyaknya protein dalam tubuh didasarkan oleh dua hal pokok yaitu: a). untuk memenuhi kebutuhan basal, b). sejumlah tambahan untuk mmengimbangi akan adanya kerusaan. Tubuh tidak dapat menghindari kehilangan-kehilangan protein terutama untuk menghitung kebutuhan protein tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

R= (Ub + Fb + S + G) x 1,1 dengan R= kebutuhan nitrogen/kg berat badan sehari, Ub = kehilangan nitrogen basal melalui air seni/kg sehari, Fb = kehilangan nitrogen basal melalui kotoran/kg sehari, S= kehilangan nitrogen basal melalui kulit/kg berat badan sehari, G= kebutuhan nitrogen untuk pertumbuhan/kg sehari, dan 1,1= tambahan 10% untuk safety margin. Berikut akan dipapaparkaan atas beberapaa kasus tentang gizi di Indonesia.

· Menurut harian kompas, sekitar 18 juta anak usia di bawah lima tahun, 28 % atau sekitar lima juta anak di negeri ini berstatus kurang gizi. Dan sekitar 116.000 anak membutuhkan pertolongan medis sekadar untuk mencegah agar tidak meninggal, meskipun telanjur cacat, karena kondisi gizi buruk tingkat berat seperti marasmus, kwashiorkor, atau bentuk kombinasi marasmus-kwashiorkor.

· Pada tahun 2.000 di NTB, jumlah kasus busung lapar tercatat 1.021 dan yang meninggal 2 balita. Pada 2001, dari 5.156 kasus (15 meninggal), pada 2002, dari 3118 kasus (18 meninggal), pada 2003 dari 2.098 kasus (9 meninggal), pada 2004, dari 1.544 kasus (5 meninggal).

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakannya. Ketiga hal itu diantaranya soal pengadaan lahan, permodalan dan bibit. Lahan tidur di tiap daerah akan diberdayakan bagi masyarakat untuk bertani. Sedangkan soal permodalan, khususnya bibit, pemerintah akan menyediakannya. Selain itu pula sebagai pengayom masyarakat, pemerintah telah banyak melakukan banyak hal terkait pemenuhan gizi. Diantaranya pemerintah telah membentuk POSYANDU (pos pelayanan terpadu), PMT-AS (pemberian makanan tambahan – anak sekolah), dan lain-lain.

Pada perencanaan pemenuhan kecukupan gizi ada 7 langkah utama, yaitu: menentukan kecukupan energi, menentukan kebutuhan protein, memperhatikan zat gizi bahan pangan, pemenuhan menu 4 sehat 5 sempurna, menggunakan ratio karbohidrat:50, lemak:20, dan protein: 30, menerapkan prinsip halalan thoyiban, dan mengkonfersikan kebutuhan kalori dan protein pada lima bahan makanan. Adapun aturan-aturan islam yang menyangkut masalah tersebut adalah:

1....Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (QS. Al-A’Raaf:31).

2. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al Mu’ minuun:51).

3....Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. Al Israa’:21).

4 Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.(Al Hadits).

Berikut tabel kebutuhan protein berbagai umur dan jenis kelamin:

Golongan umur

Berat badan (kg)

Kecukupan Protein Baku

Per kg BB/hari (g)

Orang/hari (g)

Bayi

6-11 bulan

9.0

1.53

14

Anak-anak

1-3 tahun

13.4

1.19

16

4-6 tahun

20.2

1.01

20

7-9 tahun

28.1

0.887

25

Remaja laki-laki

10-12 tahun

36.9

0.81

30

13-15 tahun

51.3

0.72

37

16-19 tahun

62.9

0.6

38

Remaja wanita

10-12 tahun

38

0.76

29

13-15 tahun

49.9

0.63

31

16-19 tahun

54.4

0.55

30

Dewasa laki-laki

65.0

0..57

37

Dewasa wanita

55.0

0.52

29

Tidak ada komentar: